GURU BERKUALITAS: SEBUAH TANTANGAN

Oleh : A.A. Ma’ruf

“Berapa guru yang masih tersisa?”

Itulah pertanyaan yang pertama kali dilontarkan kaisar Hirohito setelah Hiroshima dan Nagasaki diluluhlantakkan bom nuklir oleh sekutu pada tahun 1945. Mengapa bukan pertanyaan mengenai berapa kerugian yang diderita, atau berapa pabrik yang hancur?

Beberapa dekade setelah peristiwa itu Jepang kembali menjadi negara yang kuat. Hal itu tentu saja tidak terlepas dari perhatian yang sangat kuat pemerintah Jepang yang terhadap guru.

Bangsa kita sudah 67 tahun merdeka. Jumlah guru konon sudah mencapai 2,9 juta. Rasio jumlah guru dibanding jumlah peserta didik 1:18. Hal ini berarti seorang guru mengajar 18 peserta didik. Rasio ini sangat bagus dibandingkan negara Jerman 1:20, atau Korea 1:30. Ditilik dari kuantitasnya, guru di Indonesia cukup lumayan meskipun pemerataannya masih belum sempurna.

Bagaimana dengan kualitas pendidikan di Indonesia? Salah satu indikator kualitas pendidikan adalah indeks pembangunan pendidikan atau education development index (EDI). Indeks ini menempatkan Indonesia pada urutan 69 dari 127 negara yang disurvei pada tahun 2008. Meskipun demikian, EDI tidak sepenuhnya mencerminkan kualitas pendidikan kita karena EDI ditetapkan berdasarkan 4 kriteria. Keempat kriteria itu adalah angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan jender, dan angka bertahan siswa hingga kelas V sekolah dasar (SD).

Download makalah (Guru Berkualitas di sini)

About the author /


Post your comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *